The Danker web's

write for knowledge

Jatuh Cinta, Rasa Takut Gagal Pria Meningkat

PARA wanita, tahukah Anda bahwa hal yang paling ditakuti pria adalah saat ia merasa tidak cukup baik dan kompeten? Mereka mengimbangi ketakutannya dengan memusatkan perhatian untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensinya.

Sukses, prestasi, dan efisiensi menjadi yang paling utama dalam hidupnya.

“Seperti halnya kaum wanita yang takut menerima, kaum pria takut memberi. Menawarkan dirinya dengan memberi kepada orang lain, berarti menghadapi risiko kegagalan, dikoreksi, dan ditolak. Risiko ini sangat menyakitkan, sebab jauh di dalam bawah sadarnya, pria memiliki keyakinan bahwa ia tidak cukup baik,“ papar John Gray PhD dalam buku Men are from Mars, Women are from Venus.

Dr Gray mengimbuhkan, keyakinan negatif tersebut dibentuk dan diperkuat saat pria menginjak masa kanak-kanak. Seiring waktu, ia selalu dibebankan kewajiban untuk bertindak lebih baik. Jadi, manakala prestasinya tidak diperhatikan atau tidak dihargai, mereka mulai membentuk keyakinan keliru bahwa dirinya tidak cukup berkompeten.

Buruknya, menurut Dr Gray, pria sangat rawan terhadap keyakinan keliru ini yang menimbulkan rasa takut gagal di dalam dirinya. Ia ingin memberi, tapi khawatir tidak memuaskan si penerima sehingga tidak jadi mencoba. Apabila ketakutan terbesarnya adalah rasa tak mampu, ia akan menghindari setiap risiko yang tak perlu.

Anehnya, dijelaskan lebih lanjut oleh Dr Gray, bila pria sungguh-sungguh mencintai, rasa takut gagal ini meningkat, dan ia semakin sedikit memberi. Untuk mencegah kegagalan, ia berhenti memberi kepada orang-orang yang paling ingin diberinya.

“Bila pria merasa tidak aman, kemungkinan ia akan mengimbanginya dengan tidak memerhatikan orang lain kecuali dirinya sendiri. Tanggapan defensifnya secara otomatis, misal dengan mengatakan ‘Aku tidak peduli’. Karena alasan inilah, pria tidak mampu terlampau banyak merasakan atau memerhatikan orang lain. Tapi dengan meraih kesuksesan dan kekuasaan, mereka akhirnya menyadari bahwa mereka cukup baik dan cukup berhasil dalam memberi,” tambahnya.

Meskipun pria senantiasa sudah cukup baik dalam mengendalikan emosi dibanding wanita, proses membuktikan kekuasaan mempersiapkan mereka untuk menerima kebijaksanaan mengenai harga diri.

“Mereka menyadari bahwa setiap kegagalan diperlukan untuk mencapai keberhasilan di kemudian hari. Setiap kesalahan telah memberi pelajaran berharga yang sangat diperlukan untuk mencapai sasaran hidupnya. Dengan demikian, mereka menyadari bahwa mereka senantiasa telah cukup baik,” tutup Dr Gray yang juga menulis What You Feel, You Can Heal ini.(ftr)

0 komentar:

Posting Komentar

Bagaimana komentar anda tentang informasi di blog ini?

Google Search

Translate this !

About Me !

Foto saya
Lakukan tuk menjadi yang terbaik..

Followers

free counters

Chat !



YM ID : only_danker

Label

Google (2) PC (2) China (1) Eropa (1) Facebook (1) Flashdisk (1) USB (1) Windows 7 (1) Yahoo (1) anggur (1) botnet (1) cyber (1) emisi (1) energi (1) fermentasi (1) galon (1) grafik (1) hacker (1) internet (1) kerosin (1) konvensional (1) minuman (1) perangkat (1) taksbar (1) zombie (1)

Calendar


Clock

Area Kota Yogyakarta
Indonesian Freebie Web and Graphic Designer Resources