The Danker web's

write for knowledge

Wanita Lebih Rentan Stres Ketimbang Pria

LONDON - Wanita secara alami lebih rentan terhadap stres. Wanita  dua kali lebih rentan terhadap stres daripada laki-laki. Pasalnya wanita mampu memproduksi hormon yang menyebabkan stres pada saat-saat mengalami kecemasan.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Molecular Psychiatry, tersebut ingin menunjukkan bahwa penelitian ini dapat memberikan alasan "biologis" mengapa wanita lebih cenderung menderita depresi dan stres gangguan daripada rekan-rekan pria mereka.

Neuroscientists mengatakan, otak wanita lebih sensitif untuk memproduksi hormon yang dapat mempengaruhi level stres. Para peneliti menemukan wanita tak adapat mengendalikan level 'corticotropin-releasing factor' (CRF) senyawa yang lama diketahui memiliki peran dalam depresi.

Para peneliti menggunakan tikus betina untuk mengetahui kemampuan memproduksi hormon yang masuk ke kategori CRF.

"Meskipun penelitian menggunakan binatang, tapi kita bisa menterjemahkan ini kepada manusia untuk menjelaskan mengapa wanita mudah stress, sedangkan pria lebih sedikit, karena pria diketahui mampu mengendalikan hormon yang mempengaruhi tingkat stres," kata Dr Rita Valentino, Neuroscientist dari Children's Hospital of Philadelphia. Demikian dilansir Telegraph, Jumat (18/6/2010).

Dr Valentino menegaskan bahwa tikus betina memiliki neuron yang lebih sensitif terhadap CRF.
 (ugo)

0 komentar:

Posting Komentar

Bagaimana komentar anda tentang informasi di blog ini?

Google Search

Translate this !

About Me !

Foto saya
Lakukan tuk menjadi yang terbaik..

Followers

free counters

Chat !



YM ID : only_danker

Label

Google (2) PC (2) China (1) Eropa (1) Facebook (1) Flashdisk (1) USB (1) Windows 7 (1) Yahoo (1) anggur (1) botnet (1) cyber (1) emisi (1) energi (1) fermentasi (1) galon (1) grafik (1) hacker (1) internet (1) kerosin (1) konvensional (1) minuman (1) perangkat (1) taksbar (1) zombie (1)

Calendar


Clock

Area Kota Yogyakarta
Indonesian Freebie Web and Graphic Designer Resources